Senin, 17 November 2014

Perlu Keseimbangan Otak Kiri dan Otak Kanan

0 komentar
Masyarakat sering kali menilai IQ (intelligence quotient) disamakan dengan intelegensi atau kecakapan. Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil dari kecakapan.

”Justru anak yang cerdas itu adalah anak yang bisa bereaksi secara logis dan berguna terhadap apa yang dialami di lingkungannya,” jelas Eileen Rachman, psikolog yang juga Direktur Experd, konsultan sumber daya manusia pada seminar 10 Cara Mempertajam IQ dan EQ (emotional quotient) Anak, Sabtu (27/8) di Jakarta. Pada seminar yang sama juga diluncurkan buku berjudul Mengoptimalkan Kecerdasan Anak.

Eileen menjelaskan, IQ merupakan angka yang dipakai untuk menggambarkan kapasitas berpikir seseorang dibandingkan dengan rata-rata orang lain. Pada umumnya IQ rata-rata orang diberi angka 100.
“IQ hanya digunakan antara lain membayangkan ruang, melihat lingkungan sekeliling secara runtut dan mencari hubungan antara satu bentuk dan bentuk lainnya. Tetapi IQ tidak mengukur kreativitas, kemampuan sosial, dan kearifannya,” katanya.

Sementara itu, kecerdasan anak dilihat dari pemahaman dan kesadaran terhadap apa yang dialaminya. Kemudian di dalam pikirannya, pengalaman itu diubah menjadi kata-kata atau angka. Karena itu, Eileen menekankan pentingnya pemahaman. ”Karena pemahaman adalah kombinasi antara upaya memperbanyak masukan melalui pancaindra dan pengetahuan yang sudah dimiliki,” jelas Eileen.

Bagaimana mengoptimalkan kecerdasan anak? Eileen menyarankan agar para orang tua meningkatkan cara belajar, membaca, dan mengulang. Misalnya, untuk memperkenalkan cara membaca, ibu membantu anak dengan memberi garis di bawah kata-kata yang penting, meminta anak membaca dengan suara keras dan menjelaskan makna bacaannya.

Selain itu, orang tua juga mengenalkan strategi, mengambil keputusan yang rasional, mencetuskan ide selancar mungkin, midmapping, meningkatkan perbendaharaan kata-kata, berpikir sambil membayangkan, humor, berpikir kritis, dan bermain. Tujuannya menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan, karena struktur otak belahan kiri dan kanan mempunyai tugas yang berbeda.

Kenapa perlu menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan? Eileen mengatakan agar anak bisa membaca lancar dengan pemahaman penuh, menulis secara kreatif, mengeja, mengingat, mendengar, berpikir sekaligus pada saat yang sama atau menjadi juara pada cabang olahraga tertentu. Semua itu dibutuhkan koordinasi otak kiri dan kanan dengan baik serta terlatih.

Tetapi menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan bisa pula melalui kebiasaan. Eileen menjelaskan, misalnya dengan menikmati musik dan kesenian, menikmati warna, ruang dan bentuk, menghargai kreativitas dan menghargai kepekaan perasaan.

Sementara itu, dr Andre Meaza mengatakan bahwa masa usia dini merupakan periode emas untuk melakukan proses stimulasi aktif melalui proses pengindraan dengan tujuan membentuk wiring system. ”Tahapan awal kehidupan anak merupakan tahapan penting karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berpikir.”

Andre juga menjelaskan, separuh perkembangan intelektual anak berlangsung sebelum memasuki usia 4 tahun. Justru perkembangan kognitif usia 17 tahun merupakan akumulasi perkembangan dari anak lahir.
Menurut Andre, anak berusia 0-4 tahun memiliki perkembangan kognitif sebesar 50%, 4-8 tahun sebesar 30% dan 9-17 tahun sebesar 20%. ”Memang perkembangan otak sebelum usia 1 tahun lebih cepat, tetapi kematangan otak berlangsung sesudah anak lahir,” katanya.

Dia mengingatkan bahwa pengaruh lingkungan awal pada perkembangan otak akan berdampak lama. Oleh karena itu, anak yang mendapat stimulasi lingkungan yang baik, fungsi otaknya akan berkembang lebih baik.

Membantu Anak Meraih Sukses

0 komentar
Memilih sekolah yang baik dan sesuai dengan karakter anak adalah sangat penting. Sekolah merupakan tempat ke dua bagi anak untuk mencari ilmu dan mengembangkan kemampuan atau bakatnya. Sekolah yang baik dan sesuai dengan karakter anak akan mampu menuntun anak ke arah yang lebih baik di masa depan kelak. Di sekolah anak akan lebih banyak lagi belajar sesuatu tentang ilmu pengetahuan formal dan bagaimana bersosialisasi yang baik. Anak-anak akan belajar bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan banyak teman, bagaimana manfaatnya bekerja sama, dan berbagi dengan orang lain (teman). Selain itu anak juga akan belajar banyak hal tentang ilmu pengetahuan lain seperti matematika yang sangat penting dalam hal memutuskan sesuatu di masa depan nanti.



Kini orangtua memiliki banyak pilihan sekolah untuk anak. Ada sekolah yang menawarkan kurikulum nasional, campuran, dan bahkan internasional. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memilih sekolah (http:/www.bayisehat.com):
  1. Membuat daftar nama-nama sekolah untuk mempermudah observasi.
  2. Pilihlah lokasi sekolah yang lebih baik tetapi dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah. Hal ini supaya si kecil tidak bosan di jalan dan mengalami kebosanan. Selain itusebagai upaya untuk menghemat biaya dan mempermudah orangtua apabila sesekali ada acara, pertemuan orangtua siswa, atau mungkin ada sesuatu yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan orangtua siswa, misalnya orangtua harus segera menjemput anak karena sakit.
  3. Pastikan tenaga pengajar (guru) di sekolah tersebut berkualitas baik, memiliki minat yang besar terhadap kebutuhan anak.
  4. Sekolah memiliki program yang baik, sekolah mampu memberikan banyak waktu untuk mendorong minat setiap anak.
  5. Perputaran tenaga pengajar. Ketidaknyamanan guru boleh jadi mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar.
  6. Pastikan sekolah memiliki fasilitas lengkap yang dibutuhkan anak.
  7. Perbandingan guru dan anak-anak di dalam kelas. Semakin kecil rasionya, anak-anak akan mendapatkan perhatian yang cukup dari guru.
  8. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan kondisi keuangan.
  9. Carilah referensi tentang sekolah dari orangtua lain.
  10. Hal yang penting adalah membicarakan sekolah yang dimaksud dengan anak. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan karakter anak.
Membantu anak menentukan sekolah yang baik adalah penting. Semakin anak merasa nyaman di sekolah maka anak akan semakin mudah mengembangkan kemampuan dirinya. Ada satu hal lain yang penting orangtua lakukan ketika anak sudah mulai bersekolah adalah menjalin hubungan yang baik dengan guru atau wali kelas anak. Komunikasikanlah tentang hal-hal yang menyangkut diri anak dengan sekolah. Dengan perhatian dan kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua, anak akan semakin nyaman dalam menuntut ilmu. Dengan demikian, kesuksesan akan mudah diraih oleh anak

Memiliki Anak Cerdas adalah Dambaan Setiap Orang Tua

0 komentar
Hanya mengharapkan tanpa mau mendukung atau mengusahakan dengan sungguh-sungguh adalah sesuatu yang sulit untuk dicapai. Seperti halnya yang terjadi pada sebagian banyak orangtua. Mereka pada umumnya hanya mengharapkan anak mereka tumbuh dengan cerdas tanpa mau mendukung dan mengusahakan supaya anak tersebut mampu meraih harapan tersebut. Hal seperti itu tentu akan sulit terealisasikan apalagi jika ditambah dengan sikap orangtua yang selalu membanding-bandingkan antara anak mereka dengan anak orang lain yang lebih baik tingkat kecerdasannya.


Sikap orangtua yang selalu membanding-bandingkan seperti di atas adalah tentu tidak bijaksana. Sikap seperti itu tidak akan mampu mebuat anak menjadi lebih kreatif dan lebih cerdas, tetapi mungkin sebaliknya justru tindakan orangtua seperti itu hanya akan membuat anak semakin tertekan, tidak percaya diri, merasa diri semakin tidak mampu, dan ia pun akan semakin tidak bersemangat untuk menunjukkan kepada orangtua dan lingkungannya bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang lebih baik.

Membantu anak supaya menjadi seseorang yang cerdas bukan hanya dengan mengantarkannya ke sekolah yang terkenal atau memberikan makanan yang banyak dan beraneka ragam. Supaya anak dapat tumbuh menjadi orang yang cerdas maka setidaknya perlu orangtua memberikan tiga kebutuhan pokok di bawah ini kepada anak (Soedjatmiko dalam Nutrisibalitacerdas.com,2007), yaitu:
  1. Kebutuhan fisik-biolagis misalnya kebutuhan akan ASI, imunisasi, dan kebersihan fisik serta lingkungan.
  2. Kebutuhan emosi berupa kasih sayang, rasa aman, dan nyaman. Anak sangat mengharapkan dirinya dihargai, diperhatikan, didengarkan keinginan dan pendapatnya.
  3. Kebutuhan akan stimulasi yang mencakup aktivitas bermain untuk merangsang semua indra, mengasah motorik halus dan kasar, melatih keterampilan berkomunikasi, kemandirian berpikir, dan berkreasi.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mendukung anak supaya ia dapat tumbuh cerdas adalah selain dengan memenuhi kebutuhan jasmani (fisik) juga sangat penting memenuhi kebutuhan rohaninya. Hanya makanan dan fasilitas saja anak akan sulit mengembangkan kecerdasannya. Anak membutuhkan limpahan kasih sayang, cinta, perhatian, motivasi, dan pengertian dari kedua orangtuanya. Begitu juga sebaliknya, kasih sayang tanpa fasilitas dan makanan yang baik akan membuat anak lambat dalam mengembangkan kecerdasannya. Oleh karena itu, untuk membantu anak megembangkan kecerdasannya secara optimal maka penting bagi orangtua untuk memberikan tiga kebutuhan pokok di atas kepadanya.

Dengan demikian, baik secara emosional maupun secara intelektual anak akan tumbuh lebih baik dan maksimal. Semakin anak merasa dirinya disayangi dan didukung orangtua maka akan semakin termotivasi dirinya untuk selalu menyenangkan kedua orangtuanya dengan cara memperlihatkan kemampuan, kreativitas, dan kecerdasannya

Mengelola Kecerdasan Otak Bayi

0 komentar
Stimulasi dan nutrisi saat bayi dalam kandungan ialah dua hal yang saling terkait dan tidak bisa lepas di balik rahasia pertumbuhan dan perkembangan otak ana. Begitu ajaibnya perkembangan otak bayi karena semua sel otak dibentuk di dua trimester awal kehidupan. Dan pada akhir trimester kedua yaitu saat usia kehamilan memasuki akhir minggu ke-26, bayi memiliki sekitar 150 milyar sel otak.



Jumlah sel ini memang sangat banyak, tapi mulai dari saat itu hingga bayi lahir tiga bulan setelahnya, lebih dari 100 milyar atau sekitar dua pertiga dari sel otak itu mati. Para dokter percaya bahwa ini terjadi karena sel otak harus terhubung satu sama lainnya untuk terus hidup. Sel-sel otak yang tidak terhubung akan dibuang dan terpangkas karena mereka tidak memiliki fungsi. Maka, disinilah letak pentingnya stimulasi bagi otak saat bayi dalam kandungan atau pada fase prenatal.

Faktor stimulasi bagi otak akan lebih mengarah pada ketajaman fungsi dan kecerdasan. Semakin sering distimulasi maka semakin kuat koneksi antarsel saraf otak. Stimulasi yang dilakukan pada fase ini, yaitu saat bayi dalam kandungan, membuat bayi lebih cepat mengembangkan indera penglihatan, pendengaran, maupun syaraf motorik.

Dengan memberikan suatu kondisi lingkungan prenatal yang kaya dengan rangsangan, bayi dikondisikan untuk mengembangkan sel-sel otaknya sehingga jaringan otak yang lebih kuat dapat terbentuk. Rangsangan-rangsangan ini bertujuan untuk menyambungkan sel-sel otak sehingga tingkat kesadaran dan persepsi bayi semakin tinggi.

Salah satu alasan penting untuk rangsangan sebelum kelahiran dan mendukung pembangunan jaringan saraf adalah bahwa pada saat minggu ke-29 masa kehamilan, proses apoptosis terjadi. Apa yang dimaksud dengan apoptosis? Ini adalah proses sebagai bagian dari mekanisme biologi tubuh manusia, dimana proses ini memangkas jaringan yang tidak diperlukan atau tidak diinginkan sehingga jaringan sel otak yang lain dapat bekerja dengan lebih baik.

Jika bayi menggunakan otaknya lebih sering pada tri semester terakhir, maka semakin banyak sel otaknya yang akan terus hidup. Riset menemukan bahwa rangsangan dari orang tua – baik ayah dan ibu akan semakin merangsang sel otak untuk berhubungan satu dengan yang lainnya.

Manfaat stimulasi prenatal

Dengan memberikan rangsangan pada kandungan, jumlah neuron atau sel otak yang dipangkas dapat diminimalisasi. Tapi patut diingat, bahwa sang ibu harus terus megonsumsi makanan sehat dengan kecukupan gizi sesuai dengan aktivitasnya, istirahat yang cukup, dan tidak mengonsumsi alcohol, obat-obatan, rokok, atau racun lainnya yang data membahayakan si bayi.

Menilik beberapa manfaat stimulasi prenatal secara tidak langsung ini juga memiliki banyak manfaat tidak langsung, seperti, membangun hubungan special yang mendekatkan ibu dengan bayi yang baru lahir, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui makanan sehat untuk perkembangan otak bayi.
Kesuksesan menyusui juga dapat ditingkatkan setidaknya pada empat hingga enam bulan pertama dipicu dari pemikiran pentingnya memberikan yang terbaik untuk bayi. Stimulasi saat prenatal turut membantu meningkatkan kekuatan saraf bayi.

Meningkatkan jumlah sel otak bayi dan jumlah jaringan sel otak karena rangsangan yang diberikan kepada bayi saat ia dalam kandungan, adalah salah satu manfaat dan tujuan utama dari stimulasi bati saat dalam kandungan. Yang paling penting dari semua rangkaian stimulasi itu, tingkat kepandaian bayi akan meningkat dan dasar-dasar, karakter penting seperti kepercayaan diri dan optimisme akan muncul.

Tentu saja proses ini akan menyenangkan dan membantu seluruh anggota keluarga untuk memiliki hubungan dekat dengan si bayi yang akan segera lahir dan siap menyambutnya menjadi anggota keluarga baru. Riset membuktikan bahwa mengikuti program ini membantu membuat ikatan kekeluargaan yang kuat dengan bayi. Program ini juga membantu ayah dan kakak-kakak untuk membentuk ikatan dengan bayi yang lebih penuh kasih dan pengertian.

Fungsi bunyi dan sentuhan
Ada banyak program prenatal yang dapat dilakukan, namun pada kenyataannya terdapat banyak kesamaan dasar, yaitu dengan menggunakan bunyi dan sentuhan. Lewat penggunaan suara, hal ini dapat dilakukan dengan aktifitas sederhana seprti berbicara seperti biasa kepada bayi dalam kandungan, atau dengan menceritakan kisah anak-anak misalnya. Orang tua juga bisa menstimulasi misalnya dengan bernyanyi lagu-lagu terutama yang banyak pengulangan.

Lewat penggunaan musik, turut memegang peranan dalam menstimulasi perkembangan otak bayi, misalnya memakinkan musik sederhana kepada bayi, atau musik klasik sekalipun, atau orang tua yang juga bisa memakinkan alat musik. Sentuhan pun dipercaya dapat memberikan kedekatan natural orang tua dnegan si bayi. Menyentuh sebaiknya harus lembut dan memiliki ritme khusus, dan tidak mengagetkan sang bayi. Para ibu dapat memijat secara lembut dan lama saat usia kehamilan tinggal enam minggu.

Sebaiknya jangan terlalu berlebihan untuk melakukan aktivitas prenatal ini, sebab bayi masih membutuhkan tidur layaknya orang dewasa. Bahkan, bayi dalam kandungan dapat tidur hingga 95 persen waktunya, tergantung periode perkembangannya. Akan lebih baik jika dilakukan rutinitas dengan aktifitas lain sehingga bayi dalam kandungan mampu mengantisipasi periode aktivitas prenatal yang dilakukan.

Otak kiri dan otak kanan

Ada baiknya untuk turut mengetahui perkembangan otak kanan dan kiri dalam kaitannya dengan kegiatan menstimulasi otak anak. Otak merupakan pusat persaratan yang terbagi menjadi kanan dan belahan kiri. Apabila otak kanan berkaitan denngan kreativitas, intuisi, dan seni, otak kiri lebih terkait dengan kemampuan menganalisis, berpikir logis serta mengarah pada sesuatu yang dihafal dan bersifat rutin.

Masing-masing sisi mengontrol hal-hal yang berbeda. Misalnya saat otak kanan kita mengontrol sisi kiri tubuh kita yang lebih kreatif dan emosional, otak kiri mengontrol analisis dan penilaian serta bagian kanan tubuh kita. Ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, kita menggunakan bagian kanan otak, dan saat kita mengerjakan sesuatu yang sudah kita ketahui atau pernah kita lakukan, otak kiri kitalah yang bekerja.
Kepribadian kita bisa jadi merupakan hasil dari kecondongan otak kita untuk berpikir dnegan menggunakan otak kiri atau otak kanan dan bagaimana dua sisi ini berinteraksi. Telalu menyederhanakan, apabila terdapat opini bahwa mereka yang menggunakan otak kiri memiliki sifat analistis dan sangat rapi. Kita juga mengenal otak kanan yangsangat artistic, tidak dapat diduga, dan kreatif.

Sebenarnya, setiap orang menggunakan masing-masing sisi otak untuk begitu banyak aktivitas sehari-hari, dan itu bergantung pula pada usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam kehidupan. Saat kita harus memilih menggunakan sisi otak yang mana merupakan saat untuk membentuk karakteristik dan kepribadian kita. Maka, kembali lagi kepada peran pemberian nutrisis dan stimulasi sejak dini, akan mendukung perkembangan otak yang cerdas.

Pendidikan Anak

0 komentar
Sebagai orang tua kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik pada anak-anak kita. Dan hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, memilihkan sekolah yang baik buat anak-anak kita.
Saat memasukan anak-anak kita ke playgroup berbeda dengan TK, karena yang diutamakan adalah beradaptasi/sosialisasi dengan teman sebayanya disamping ada tujuan lain diantaranya :

* bermain & bersenang-senang, sharing, merasakan “menang dan kalah”, melatih kreatifitas anak, melatih motorik kasarnya, mempersiapkan anak agar pada saat masuk TK sudah tidak lagi susah dalam bergaul / beradaptasi dengan guru serta teman-temannya..

Untuk pertimbangan pemilihan TK diantaranya adalah :

  • Agama, mencari sekolah yang sesuai dengan agama karena pelajaran agama harus sudah dikenalkan kepada anak dari sejak dia dalam kandungan Ortua & juga sejak dia sudah mengetahui/ mengenal agamanya. Atau mencari sekolah yang tidak berdasarkan agama tertentu sehingga diharapkan anak menyadari dan mengetahui adanya perbedaan agama, perbedaan ras dan anak dapat bersikap sopan terhadap yang lain dan anak sadar akan identitas dirinya tetapi juga luwes bergaul dengan mereka yang berbeda dari dirinya.
  • Lokasi, dekat dengan rumah karena anak masih kecil, mudah untuk diantar dan dijemput. Jika terpaksa memilih sekolah yang letaknya jauh dari rumah, pengunaan bis sekolah dapat dipertimbangkan. Bis sekolah dapat melatih anak untuk mandiri dan bersosialisai dengan teman–teman yang berada dalam bis tersebut apalagi jika kedua orang tua bekerja dan tidak ada yang dapat mengantar dan menjemput, tetapi jika mengunakan bis sekolah anak akan berada terlalu lama dalam bis sekolah.
  • Kurikulum, mutu pendidikan, kemampuan guru, dan sekolah tidak mematikan kreatifitas anak, dimana anak tidak dituntut untuk mengikuti kehendak gurunya.
  • Biaya, dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan kualitas yang tidak mengecewakan.

  • Saat anak memasuki sekolah yang lebih tinggi SD, SMP, SMA pertimbangan mutu sekolah, disiplin sangat diutamakan, kemudian kita berpikir untuk memasukan anak-anak kita pada sekolah swasta sesuai dengan agama atau pertimbangan lainya. Sekolah swasta memiliki fasilitas lebih dari sekolah negeri, dan guru yang selalu membimbing, mengarahkan dapat mudah ditemui, dengan bayaran yang tinggi sekolah swasta hanya dapat dinikmati golongan tertentu yang akhirnya tidak ada perbedaan yang mencolok. Berbeda dengan sekolah negeri yang miskin akan fasilitas, guru yang terkadang tidak ditempat, sehingga murid “dipaksa” untuk mampu mandiri dan belajar sendiri, dan banyak keanekaragaman murid. Kebanyakan dan disadari atau tidak, memilih sekolah terkadang merupakan obsesi dari orang tua & rasa cinta Almamater.

    Pendidikan anak bukan hanya disekolah saja, tetapi dirumah dan di masyarakat sekitar kita. Sebagai orangtua hanya berusaha membangun fondasi yang kuat untuk mereka termasuk mental-spiritual dan kita harus dapat menjadi teladan yang baik untuk anak kita.
    Sebagai orangtua sebaiknya tidak hanya memikirkan IQ anak saja tetapi kita berusaha membentuk keseimbangan antara IQ dan EQ (kecerdasan emosional seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan), karena dengan EQ tinggi anak diharapkan dapat survive dalam segala masalah hidup walaupun anak itu hanya memiliki IQ yg rendah, dia mampu menghadapai kegagalan dan belajar mengambil pelajaran dari kegagalan tersebut. Pada seseorang yang memiliki EQ rendah sedangkan berIQ tinggi, atau di atas rata – rata akan mempunyai kecendrungan untuk sulit menguasai emosi.
    Apapun usaha dan harapan orangtua pada anak hrus diingat bahwa itu adalah kehidupan anak bukan milik kita, maksud kita ingin anak kreatif dan mandir tetapi sudah ngatur semua masa depannya.

    Selasa, 11 November 2014

    Psikologi Behaviorisme

    0 komentar
    Sistem psikologi behaviorisme ini merupakan transisi dari sistem sebelumnya. Psikologi behaviorisme memaknai psikologi sebagai studi tentang perilaku dan sistem ini mendapat dukungan kuat dalam perkembangannya di abad 20 Amerika Serikat.


    Dalam pandangannya, perilaku yang dapat diamati dan dikuantifikasi memiliki maknanya sendiri, bukan hanya berfungsi sebagai perwujudan peristiwa-peristiwa mental yang mendasarinya.

    Gerakan ini secara formal diawali oleh seorang psikolog Amerika bernama John Broadus Watson (1878-1958) dengan makalahnya berjudul “Psychology as the Behaviorist Views It” dan dipublikasikan pada tahun 1913.

    Watson mengusulkan peralihan dari pemikiran radikal yang membahas perkembangan psikologi bedasarkan kesadaran dan proses mental. Watson mendukung perilaku tampak yang dapat diamati sebagai satu-satunya subjek pembahasan yang masuk akal bagi ilmu pengetahuan psikologi.

    Sistem Watson yang memfokuskan pada kemampuan adaptasi perilaku terhadap stimuli lingkungan, menawarkan ilmu psikologi yang positif dan objektif dan pada tahun 1930 behaviorisme menjadi sistem dominan dalam psikologi Amerika.

    Watson sangat berhasil dalam mengawali perubahan perkembangan psikologi. Sehingga behaviorisme secara bertahap berkembang dari definisi awal watson menjadi behaviorisme yang mencakup rangakaian aktivitas manusia dan infra manusia yang luas dan dipelajari melalui beragam metodologi empiris.

    Psikologi behaviorisme sebagai disiplin empiris yang mempelajari perilaku sebagai adaptasi terhadap stimuli lingkungan. Inti utama behaviorisme adalah bahwa organisme mempelajari adaptasi perilaku dan pembelajaran tersebut dikendalikan oleh prinsip-prinsip asosiasi.

    Pendekatan empiris berdasarkan pengkajian asosiasi dalam psikologi behavioristik yang secara umum mengikuti pendapat para filsuf inggris dan juga konsep locke tentang kepasifan mental yang bermakna bahwa isi pikiran bergantung pada lingkungan.

    Psikologi behaviorisme juga berfundamental pada refleksiologi. Meskipun penelitian tentang perolehan refleks dilakukan sebelum diterbitkannya tulisan-tulisan Watson, karena penelitian ini sebagian besar dilakukan oleh peneliti berkebangsaan rusia seperti Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936).

    Tetapi kelompok ilmuwan rusia tersebut memberikan dampak besar bagi behaviorisme setelah publikasi tulisan-tulisan Watson dan berperan sebagai kekuatan untuk memperluas formulasi aslinya.

    Psikotes, Recruitment, Seleksi Karyawan dan Penempatan Kerja

    0 komentar
    Banyak orang yang mengatakan dan bertanya-tanya mengenai fungsi Psikotest dalam proses recruitment (rekrutmen / rekruitmen) dalam dunia kerja saat ini. Berikut adalah gambaran terhadap Psikotest dan mengapa organisasi sangat memerlukan Psikotest tersebut dalam proses recruitment seleksi.Untuk sebuah jabatan, organisasi memiliki profil sukses yang diperlukan agar siapa-pun yang menduduki jabatan tersebut berhasil. Profil ini yang harus dimiliki oleh para kandidat agar ia bisa malakukan pekerjaanya dengan baik sesuai dengan target dan kemampuan yang harus dikuasai dalam bidang tersebut.


    Sebelum memberikan suatu standar yang harus dipenuhi agar masuk kedalam kriteria profil maka perusahaan melakukan proses job analysis terlebih dahulu, untuk menganilisis dan menentukan kriteria-kriteria profil yang cocok dengan sebuah jabatan yang akan diisi.

    Kriteria profil ini meliputi aspek kepribadian (who I am), experience (what I have done), technical knowledge (what I know) dan kompetensi (what I can do). Psikotestmerupakan alat yang dimanfaatkan untuk mengetahui kepribadian dan intelektual seseorang yang akan memasuki jabatan tertentu.
    Seperti yang sudah dijelaskan diatas, maka Psikotest digunakan oleh organisasi untuk memastikan bahwa kepribadian kandidat yang akan ditempatkan di posisi tertentu sesuai dengan profil kepribadian yang diperlukan. Perlu diingat bahwa Psikotest bukan satu-satunya alat yang digunakan organisasi dalam mengambil keputusan.

    Secara teoritis, proses recruitment, seleksi, dan penempatan kerja tidak saja menguntungkan organisasi atau perusahaan dalam arti mendapatkan orang yang tepat untuk jabatan yang lowong, tetapi juga membantu individu mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Dengan kemampuan, minat dan kepribadian yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologiknya.

    Contoh, posisi sales, organisasi memerlukan kandidat yang memiliki kepribadian yang komunikatif, senang menjalin relasi dengan banyak orang baru. Melalui Psikotest, organisasi akan dapat melihat apakah kandidat memiliki profil kepribadian tersebut atau tidak.

    Berikut adalah tips untuk bisa menjalani Psikotest dengan lancar:
    1. Dalam Psikotest tidak ada jawaban benar atau salah, sehingga anda harus menjawab dengan jujur dan yang benar-benar anda rasakan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
    2. Kondisi anda harus fit, tidak dalam keadaan sakit.
    3. Makanlah agar anda mempunyai tenaga cukup.
    4. Tidak dalam kondisi stress.
    5. Tidak dalam kondisi tertekan.
    6. Sekali lagi, jawablah pertanyaan dengan jujur sesuai diri anda.
    Dilemanya, tidak jarang terjadi, kandidat menjawab tidak sesuai dengan yang dia rasakan, “for the sake” mendapatkan sebuah posisi/pekerjaan. Keadaan ini berakibat organisasi memperoleh informasi yang salah dan menempatkan kandidat di posisi yang tidak tepat. Bagi kandidat tersebut, mungkin dia mendapatkan posisi/pekerjaan, namun sesungguhnya posisi/pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan kepribadiannya dan tentunya akan secara langsung berpengaruh terhadap kinerjanya, stres, tertekan, tidak konsentrasi, dan juga penurunan produktifitas kerja.

    Jadi, siapkan kondisi fisik dan mental anda untuk menghadapi Psikotest, dan jujur lah terhadap setiap jawaban yang diberikan.

    Episentrum adalah Lembaga Psikologi yang melayani psikotes untuk karyawan/perusahaan diantara layanan tersebut adalah seleksi penerimaan pegawai, promosi dan evaluasi karyawan. Kontak Arief (0852-11000-200).

    Bacaan Favorit

    Iklan

     

    Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com